3 Posts

Nasib yang meningkat di Timur Tengah mendorong pasar perbankan swasta menuju investasi yang bertanggung jawab secara sosial, produk-produk Islami dan lebih banyak alat digital. Jangankan jatuhnya harga minyak; nasib tumbuh lebih cepat di Timur Tengah daripada di belahan dunia lainnya. Menurut Boston Consulting Group, kekayaan pribadi di Timur Tengah dan Afrika (MENA) diperkirakan akan mencapai $ 11,8 triliun pada tahun 2020, dengan Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Kuwait menyumbang lebih dari 22% dari total.

Kekayaan di dunia Arab umumnya — dan negara-negara Teluk pada khususnya — juga memiliki likuiditas yang luar biasa, dengan 82% dimiliki dalam aset yang dapat diinvestasikan dibandingkan dengan rata-rata dunia sebesar 60%. Keluarga-keluarga lokal dan ekspatriat kaya secara tradisional memiliki aset-aset ini, tetapi hari ini generasi baru yang kaya muncul, yang memiliki aset antara $ 250.000 dan $ 1 juta. Pada tahun 2022, pemuda yang mengerti teknologi ini akan mewakili hampir 1,5 juta orang, naik 14% dari angka tahun 2017 dan dua kali lipat tingkat pertumbuhan global.

Klien yang tidak dikenal ini menyajikan baik peluang maupun tantangan bagi manajer kekayaan. Bankir swasta di Timur Tengah menghadapi pasar yang semakin tertarik pada investasi yang bertanggung jawab secara sosial (SRI) dan keuangan Islam. Bank berinvestasi dalam teknologi digital untuk dapat menawarkan layanan Sbobet dan produk yang lebih canggih kepada khalayak luas individu yang kaya.

Mengikuti tren yang meningkat secara global setelah krisis 2008, klien Timur Tengah semakin tertarik untuk berinvestasi dalam jalur aset yang “bertanggung jawab”. “Kami melihat klien di UEA dan GCC yang lebih luas meningkatkan fokus mereka pada investasi yang bertanggung jawab secara sosial serta peluang investasi alternatif,” kata Saod Obaidalla, wakil presiden eksekutif dan kepala Private Banking di Emirates NBD. “Ketika kami bergerak menuju periode kontraksi ekonomi secara global, klien mencari keuntungan dari meningkatnya volatilitas jangka pendek sambil mempersiapkan portofolio mereka untuk dekade berikutnya, dengan pendekatan yang kuat dan disiplin untuk alokasi aset.”

Dengan pertumbuhan tahunan 10% hingga 12%, satu segmen aset non-konvensional yang sangat menjanjikan adalah keuangan Islam, di mana bank-bank Arab memiliki kredibilitas. Manajer kekayaan Timur Tengah memiliki pengalaman panjang mengikuti hukum Syariah, memberi mereka keunggulan kompetitif. Beberapa bank lokal sudah menawarkan produk terstruktur Syariah atau portofolio investasi yang mengecualikan bisnis yang mendapat keuntungan dari alkohol, tembakau, babi, atau perjudian, misalnya. Tren diversifikasi lainnya termasuk layanan manajemen kekayaan yang disesuaikan untuk pelanggan wanita, dan keuangan hijau.

Sementara itu, digitalisasi memperkuat teknologi baru seperti aplikasi mobile, kecerdasan buatan dan penasihat robot, dan juga saluran investasi. “Pengalaman perbankan omni-channel yang mengintegrasikan digital dengan sempurna sekarang menjadi harapan dasar dari mayoritas klien manajemen kekayaan,” kata Obaidalla.

Bank terbesar di Dubai baru-baru ini memperluas penawaran digitalnya dengan kemampuan perdagangan online. Awal tahun ini, Emirates NBD juga memperkenalkan The LaunchPad, platform pendanaan yang dirancang untuk memungkinkan klien berinvestasi dalam startup lokal dan regional.

Meskipun sebagian besar bank masih menyukai hubungan satu lawan satu dengan klien mereka yang paling kaya, beberapa di antaranya mengembangkan platform digital yang disesuaikan dengan kekayaan milenial. Pada tahun 2018, cabang perbankan swasta National Bank of Kuwait bermitra dengan fintech yang berbasis di UEA untuk meluncurkan NBK Capital SmartWealth, layanan investasi digital pertama di negara itu.

Platform semacam itu dapat diluncurkan di bawah payung bank swasta atau sebagai pemain independen. Mereka mengandalkan algoritma serta analisis data untuk menilai profil risiko, yang memungkinkan mereka untuk menyarankan strategi investasi yang dipersonalisasi dengan intervensi manusia minimal, sehingga jauh lebih murah. “Evolusi eksponensial teknologi menciptakan lebih banyak dan lebih banyak akses keuangan kepada semua orang tanpa memandang kekayaan bersih, usia, atau latar belakang, yang berarti bahwa investor arus utama dapat memperoleh akses ke produk yang secara tradisional tidak tersedia bagi
investor ritel,” kata Mark Chahwan, CEO Sarwa, platform investasi digital berbasis UEA.

Bertaruh di Afrika

Ketika mereka ingin melakukan diversifikasi dari ekonomi minyak, bank-bank Arab menunjukkan minat yang meningkat terhadap investasi pasar Afrika melalui modal ventura dan dana pembangunan. Kedekatan geografis dan ikatan agama dan diplomatik memberi pemberi pinjaman Teluk keuntungan ketika berinvestasi dalam proyek infrastruktur besar.

Pada tahun 2018, Arab Saudi menjanjikan $ 10 miliar untuk sektor energi Afrika Selatan; DP World Dubai terlibat dalam sejumlah proyek, termasuk investasi awal $ 50 juta di Mali; sementara Qatar menandatangani kesepakatan $ 4 miliar untuk mengembangkan fasilitas pelabuhan di Sudan.

Meskipun perbankan swasta MENA berjalan baik, hari-hari kejayaannya belum tiba. Di wilayah di mana mayoritas bisnis masih milik keluarga, sekitar $ 1 triliun diperkirakan akan diturunkan ke generasi berikutnya dalam sepuluh tahun mendatang — yang berarti semakin banyak klien yang membutuhkan nasihat ahli.

Orang terkaya di Timur Tengah yang melimpah ruah

Timur Tengah merupakan suatu area yang dengan cara politis, serta adat ialah bagian dari daratan Asia, ataupun Afrika- Eurasia. Pusat dari area ini merupakan darat di antara Laut Mediterania serta Teluk Persia dan area yang memanjang dari Anatolia, Jazirah Arab serta Semenanjung Sinai. Kadang dituturkan pula zona itu mencakup area dari Afrika Utara di sisi barat hingga dengan Pakistan di sisi timur, serta Kaukasus serta atau ataupun Asia Tengah di sisi utara. Alat, serta sebagian badan global( semacam PBB) biasanya menyangka area Timur Tengah merupakan area Asia Barat Energi( tercantum Siprus serta Iran) ditambah dengan Mesir. Area itu melingkupi sebagian golongan kaum, serta adat tercantum kaum Iran, kaum Arab, kaum Yunani, kaum Ibrani, kaum Berber, kaum Assyria, kaum Kurdi, serta kaum Turki.

Bahasa penting ialah: bahasa Persia, bahasa Arab, bahasa Yahudi, bahasa Assyria, bahasa Kurdi serta bahasa Turki. Mayoritas kesusastraan barat mendeskripsikan Timur Tengah bagaikan negara- negara di Asia Barat Energi, dari Iran( Persia) ke Mesir. Mesir dengan semenanjung Sinainya yang terletak di Asia biasanya dikira bagaikan bagian dari Timur Tengah, meski beberapa besar area negeri itu dengan cara geografi terletak di Afrika Utara. Semenjak medio era ke- 20, Timur Tengah sudah jadi pusat terbentuknya peristiwa- peristiwa bumi, serta jadi area yang amat sensitif, bagus dari bidang kestrategisan posisi, politik, ekonomi, kultur, serta keimanan.

Timur Tengah memiliki persediaan minyak anom dalam jumlah besar, serta ialah tempat kelahiran, serta pusat kebatinan Islam, Kristen, Ibrani. Hingga hari ini, euforia kehadiran Salman bin Abdulaziz nama lain Raja Salman sedang menggemparkan khalayak Indonesia. Bukan cuma kunjungan yang hendak memperkuat ikatan 2 negeri ini yang buat khalayak gempar, tetapi keglamoran yang ditunjukkan di tiap tahap si Raja serta kaum. Buat plesiran ini, si Raja apalagi bawa beberapa barang mulai dari perlengkapan makan elegan sampai mobil yang tidak pasti biayanya. Pasti, kekayaan si Raja jadi energi raih di mana- mana. Tetapi walaupun mempunyai harga ratusan triliun rupiah serta performa yang astaga, nyatanya Raja Salman tidaklah orang sangat banyak di negeri Timur Tengah situ. Nah loh, berarti sedang banyak orang yang lebih banyak dari si Raja?

Pangeran Alwaleed Bin Talal Alsaud

Pangeran Al- Walid bin Talal bin Abdul- Aziz al- Saud, lahir 7 Maret 1955; serta sudah mempunyai umurnya sampai 65 tahun, serta umumnya diketahui bagaikan Pangeran al- Walid, ia ialah badan keluarga kerajaan Saudi yang mengakulasi kekayaan sendiri lewat pemodalan di saham serta properti. Pengaruhnya di aspek cinta kasih berawal dari letaknya di antara golongan konglomerat paling kaya di bumi. Pangeran Al- Waleed berkontribusi$20 juta buat mendirikan pusat uraian Kristen- Muslim di Georgetown University, yang senantiasa ialah salah satu badan kunci dengan cara garis besar bertugas buat ikatan Kristen- Muslim. Semenjak tahun 2011, angka bersih kekayaannya diperkirakan US$ 19, 6 miliyar, bagi Forbes. Orang paling kaya yang mendiami tingkatan awal merupakan Pangeran Alwaleed, keponakan dari Raja Salman. Pangeran yang kegemaran mendanakan di luar Arab Saudi ini mempunyai kekayaan dekat$17. 3 miliyar. Tidak bingung, sebab si pangeran mendanakan di industri terkenal sepeerti Citigroup sampai Twitter.

 

Mohammed Al Amoudi

 

Mohammed Al Amoudi merupakan seseorang wiraswasta hartawan Ethiopia- Saudi. Beliau lahir di Ethiopia pada tahun 1946 dari papa Yaman serta bunda Ethiopia. Pada tahun 2016, kekayaan bersihnya diperkirakan oleh Forbes dekat$ 10, 9 miliyar serta penyusutan relatif dalam angka bersih berhubungan dengan penyusutan garis besar harga minyak serta kencana pada dikala ditaksir. Beliau pula tertera bagaikan orang paling kaya Ethiopia, masyarakat negeri Arab Saudi paling kaya kedua di bumi serta orang kulit gelap paling kaya kedua di bumi. Al Amoudi mendapatkan kekayaan dalam aspek arsitektur serta real estat saat sebelum bertangkai buat membeli kincir minyak di Swedia serta Maroko. Ia merupakan penanam modal asing orang terbanyak di Ethiopia serta penanam modal penting di Swedia. Menaiki antrean kedua terdapat Mohammed Al Amoudi dengan kekayaan$8. 3 miliyar. Masyarakat negeri Arab Saudi ini menemukan kekayaannya dari tambang minyak, arsitektur, pertanian, serta sebagian upaya yang lain.

 

Majid Al Futtaim

 

merupakan industri benih Emirati yang berplatform di Dubai, yang pada 2015 mempunyai serta melaksanakan pusat perbelanjaan, ritel, serta industri tamasya di Timur Tengah serta Afrika Utara, yang bekerja di 13 negeri. Tim ini dibuat oleh Majid Al Futtaim pada tahun 1992. Majid Al Futtaim mengatur 3 anak industri yang bekerja: Properti Majid Al Futtaim, Majid Al Futtaim Retail, serta Majid Al Futtaim Ventures. Pada 2015 industri benih bertugas di 13 negeri: UEA, Lebanon, Mesir, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, Pakistan, Irak, Armenia, serta Georgia. Pada 2016, tim ini mempunyai pemasukan$ 10, 6 miliyar serta keuntungan$ 760 juta. Masyarakat negeri Uni Emirat Arab ini mempunyai kekayaan sebesar$5 miliyar, yang menempatkannya pada posisi orang paling kaya ketiga di Timur Tengah. Pangkal kekayaannya berawal dari Real Estate serta upaya retail.

 

Abdulla bin Ahmad AL Ghurair

                                       

Keluarga Ghurair diketahui bagaikan arsitek ekonomi terkini Uni Emirates Arab. Telah ratusan miliyar donasi keluarga ini buat manusiawi. Afrika meradang. Ribuan anak di area Cula Afrika mencakup Somalia, Kenya, serta Ethiopia tewas dampak negara yang tidak terawat. Kekeringan berkelanjutan juga menabur tanpa terdapat aksi menanganinya. Perang berebut kewenangan juga merebak dampak perampasan akses materi pangan serta air minum. Puncaknya terjalin 4 tahun kemudian. Paling tidak 10 juta jiwa masyarakat kehabisan mata pencaharian. Akibat darurat membengkak. Sebagian negeri orang sebelah semacam Sudan serta Sudan Selatan terserang akibatnya. Penguasa Somalia mulai ambil tangan. Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB) turun tangan serta melaporkan bagaikan musibah bumi. Dikala kontribusi diserukan, dorongan lekas mengalir. Salah satunya tiba dari negara banyak Asia yang berbatasan dengan Afrika, Uni Emirates Arab( UEA). Seseorang wiraswasta banyak negara minyak itu mengamalkan tidak kurang dari 142 juta dirham ataupun dekat Rp 500 miliyar.

Ia merupakan Abdullah bin Ahmad Al Ghurair. Melalui industri yang dipunyanya, Al Ghurair Group, ia mengirimkan berton- ton santapan ke Somalia lewat badan PBB yang mengurus pertanyaan anak, United Nations Chidren’ s Fund( UNICEF). “ Al Ghurair merasa butuh memainkan kedudukan serta tanggung jawabnya buat membagikan dorongan kepada korban insiden sangat mengenaskan dalam asal usul pemeluk orang,” tutur Abdullah bin Ahmad Angkatan laut(AL) Ghurair kala penandatanganan catatan kesalingpahaman dengan UNICEF, Oktober 2011. Dorongan santapan itu dipasok langsung dari Angkatan laut(AL) Ghurair Foods, salah satu bagian bidang usaha santapan kepunyaan Angkatan laut(AL) Ghurair Group. Angkatan laut(AL) Ghurair Foods sendiri ialah penguasa bidang usaha santapan bungkusan di area Timur Tengah Diurutan keempat, terdapat Abdullah bin Ahmad dengan kekayaan sebesar$4. 9 miliyar. Laki- laki yang duitnya sebanding dengan harga 2 showroom Lamborghini ini pula berawal dari Uni Emirat Arab.

 

Yang kita ketahui sejak dahulu ialah, bahwasannya Negara Arab Saudi yang bertempatan di Kawasan Timur Tengah ini menjadi Negara terkaya akan cadangan minyak terbesar yang adadi dunia. Hal ini tentu saja membuat orang-orang bertanya, apakah Negara saingan lainnya tidak memiliki cadangan minyak yang berlimpah juga ?.. atau karena memang disana adalah kawasan yang panas sehingga mudah dalam mencari kekayaan melalui kelimpahan minyak yang dimiliki oleh Negara tersebut ?…

Tentu saja hal ini langsung terbantahkan dari adanya sebuah pemberitahuan dari media masa 1 ke media masa lainnya. Perihal, tak hanya Negara di Timur Tengah saja yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Melainkan, ada Negara lain di luar kawasan Timur Tengah memiliki kelebihan cadangan di minyak buminya tersebut.

Hal ini didasari langsung juga dengan adanya pengaruh tinggi Volatilitas harga minyak di dalam 1 dekade terakhir ini yang sudah menimbulkan berbagai macam ke khawatiran. Terutama sekali kekhawatiran ini melanda kalangan pebisnis, lalu kalangan pemerintah, sampai pada menjadinya perhatian masyarakat global atau umum. Dimana Negara di dunia ini emmiliki nilai harga untuk minyaknya sendiri tidaklah pasti, ditambah pula dengan adanya kebutuhan bahan bakar yang semakin hari kian meningkat saja provit penggunaannya. Dan disinilah juga sempat untuk menimbulkan pertanyaan seperti, masih adakah Negara lainnya yang menyimpan cadangan minyak bumi besar di Dunia ini ?

Negara Selain Arab Dengan Kepemilikan Minyak Bumi Terbesar

# Venezuela

Memiliki kurang lebih 300,878 Juta Barel !

Negara Venezuela ini menjadi Negara dengan kepemilikan cadangan minyak terbesar dan mengalahkan kepemilikan cadangan minyak yang berasal langsung dari Arab Saudi. Dimana terdapat sebuah laporan dari OPEC, Negara yang di pimpin langsung oleh Nicolas Maduro ini pun juga memiliki cadangan minyak sebesar kurang lebih 300,000 Juta Barel. Dengan kepemilikan jumlah cadangan dari minyak dengan jumlah yang besar inilah, Negara Venezuela sendiri menjadi Negara dengan predikat sebagai Raja dari perminyakan dunia. Tentu saja hal ini langsung mengganti kedudukan dari Arab Saudi.

Mengenai bentukan cadangan yang dimiliki oleh Negara ini pun akan sama dengan kepemilikan Negara Kanada, yaitu “ Pasir Minyak “. Untuk teksturnya sendiri tidaklah terlalu kental sebagaimana pasir yang ada di Negara Kanada. Sehingga, nantinya isa untuk di ektrasi dengan menggunakan sebuah metode Konvensional. Tentu saja dong hal ini akan memberikan keuntungan besar bagi Negara Venezuela. Terutama lagi di dalam hal persyaratan modal dan juga Biaya Ekstrasinya tersebut.

# Arab Saudi

Memiliki kurang lebih 266,465 Juta Barel

Setelah di geser oleh Negara Venezuela, kerajaan dari Arab Saudi langsung merosot ke peringkat 2 di dunia. Dimana yang sudah kita ketahui selama beberapa decade sendiri memang telah dipandang sebagai Negara modern yang paling Ikonik dari Negara dari produsen minyak terbesar di dunia. Sayangnya, Negara ini sudah tidak mendapatkan julukan sebagai raja lagi di dalam perdagangan minyak dunia. Karena apa ?.. pasalnya jumlah dari cadangan minyak ini masih berselisih dengan adanya produksi Venezuel yakni sekitar 266,500 Juta Barel.

Jumlah ini masih mengantarkan Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar di dunia. Serta, menjadi Negara dengan memiliki cadangan minyak terbesar ke 2 di bumi yang memang memiliki kurang lebihnya seperlima cadangan minyak yang ada di seluruh dunia. Dan bisa dikatakan hampir Seluruh Minyak yang berada di Negara ini pun berada jelas di sumur minyak Konvensional yang jelas dengan mudah bisa untuk di eskplorasi lagi. Beberapa ekonomi di Negara ini pun bisa untuk melampaui Negara di Venezuela dengan cara melakukan banyak sekali eksplorasi minyak secara mendalam. Sebagai salah satu contohnya, Survei Geologi AS ini memperkirakan bahwasannya ada lebih dari 100,000 Juta Barel yang belum diketemukan di bawah gurun pasir yakni Arab Saudi.

# Iran

Memiliki kurang lebihnya 158,300 Juta Barel

Iran sendiri ikut adil dalam mengambil bagian yang kurang lebihnya memiliki kurang lebih 160,000 Juta Barel cadangan minyak bumi yang ada di dunia ini. dimana, Negara Iran sendiri sudah mendapatkan sebuah label sebagai salah satu Negara dengan memiliki cadangan Minyak yang sangatlah kaya. Meskipun, untuk pertama kalinya sudah di Produksitahun 1908 yang ternyata minyak iran ini sndiri tidak akan habis untuk di gunakan ingga 100 tahun lagi. Tak seperti lading minya kepunyaan dari Negara Arab Saudi yang sudah tersebar ke beberapa area yang ada. Dan mengenai minyak di Negara Iran ini sendiri juga sudah di temukan kurang lebihnya mencapai 150 ladang Hidrokarbon. Yang jelas memiliki artian bahwa akan banyak sekali memiliki kandungan minyak yang sangatlah melimpah.

Sangat disayangkan bahwasannya, Iran untuk saat inisudah mendapat Sanksi dari Presiden AS yakni Donald Trump, sehingga mencapai sebuah kapasitas ekspornya menjadi terbatas. Sanksinya sendiri diberikan jelas dibarengi dengan adanya anggapan bahwasannya Iran di anggap Bahaya bagi AS. Hal ini di kutip langsung dari BBC Indonesia, dimana AS sendiri ingin untuk menghentikan apa yang disebutkan sebagai tindakan jahat. Teheran juga termasuk ke serangan pada dunia maya sebagai Uji Coba Rudal Balistik dan juga adanya dukungan terhadap suatu kelompok teroris serta milisi yang ada di Timur Tengah. Hal ini tentu saja berdampak langsung pada perdagangan minyak Iran. Meski demikian, Iran dan juga beberapa mitranya ini diyakini betul bisa untuk mencari celah agar nantinya bisa untuk menjalin hubungan dagang yang baik.

# Irak

Memiliki kurang lebih 142,501 Juta Barel

Negara Irak pun juga ikut adil dalam kepemilikan minyak bumi terbesar di dunia. Namun, pernah mengalami ketidakstabilan situasi politik ini, telah terjadi kerusuhan sipil dan juga penduduk militer, nyatanya Negara Irak ini juga sebagai Negara dengan adnya cadangan minyak yang terbesar di dunia dan tidak bisa tergantikan. Kurang lebihnya cadangan minyak yang dimiliki oleh Irak sendiri mencapai 142 Miliar Barel yang berarti sudah memiliki banyak potensi d dalam sector energy. Bahkan, Irak sendiri memiliki rencana di dalam meningkatkan adanya jumlah produksi minyak yang ekspornya guna untuk meningkatkan pendapatan per kapitanya bagi Negara Irak sendiri.

Dikutip jelas dari Menteri Perminyakan Thamer Ghadhban, menurut dirinya ini Irak memanglah berencana untuk meningkatkan adanya kapasitas mengenai produksi dan juga ekspor minyaknay di tahun 2019 lalu. Dengan terfokuskan sudah kepada lapangan minyak yang ada di selatan. Seagai Negara produsen minyak terbesar selanjutnya di OPEC dengan kedudukan no 2 ini pun, Irak sendiri memasang target dengan adanya kapasitas produksi minyak untuk mencapai 5 Juta Barel per harinya di thun 2019 dengan memiliki ekspor dengan rata-ratanya sendiri di perkirakan telah mencapai 3,8 Juta Barel untuk per harinya.