Author’s Archive: Brandy Ford

Home / Brandy Ford
1 Post

Yang kita ketahui sejak dahulu ialah, bahwasannya Negara Arab Saudi yang bertempatan di Kawasan Timur Tengah ini menjadi Negara terkaya akan cadangan minyak terbesar yang adadi dunia. Hal ini tentu saja membuat orang-orang bertanya, apakah Negara saingan lainnya tidak memiliki cadangan minyak yang berlimpah juga ?.. atau karena memang disana adalah kawasan yang panas sehingga mudah dalam mencari kekayaan melalui kelimpahan minyak yang dimiliki oleh Negara tersebut ?…

Tentu saja hal ini langsung terbantahkan dari adanya sebuah pemberitahuan dari media masa 1 ke media masa lainnya. Perihal, tak hanya Negara di Timur Tengah saja yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Melainkan, ada Negara lain di luar kawasan Timur Tengah memiliki kelebihan cadangan di minyak buminya tersebut.

Hal ini didasari langsung juga dengan adanya pengaruh tinggi Volatilitas harga minyak di dalam 1 dekade terakhir ini yang sudah menimbulkan berbagai macam ke khawatiran. Terutama sekali kekhawatiran ini melanda kalangan pebisnis, lalu kalangan pemerintah, sampai pada menjadinya perhatian masyarakat global atau umum. Dimana Negara di dunia ini emmiliki nilai harga untuk minyaknya sendiri tidaklah pasti, ditambah pula dengan adanya kebutuhan bahan bakar yang semakin hari kian meningkat saja provit penggunaannya. Dan disinilah juga sempat untuk menimbulkan pertanyaan seperti, masih adakah Negara lainnya yang menyimpan cadangan minyak bumi besar di Dunia ini ?

Negara Selain Arab Dengan Kepemilikan Minyak Bumi Terbesar

# Venezuela

Memiliki kurang lebih 300,878 Juta Barel !

Negara Venezuela ini menjadi Negara dengan kepemilikan cadangan minyak terbesar dan mengalahkan kepemilikan cadangan minyak yang berasal langsung dari Arab Saudi. Dimana terdapat sebuah laporan dari OPEC, Negara yang di pimpin langsung oleh Nicolas Maduro ini pun juga memiliki cadangan minyak sebesar kurang lebih 300,000 Juta Barel. Dengan kepemilikan jumlah cadangan dari minyak dengan jumlah yang besar inilah, Negara Venezuela sendiri menjadi Negara dengan predikat sebagai Raja dari perminyakan dunia. Tentu saja hal ini langsung mengganti kedudukan dari Arab Saudi.

Mengenai bentukan cadangan yang dimiliki oleh Negara ini pun akan sama dengan kepemilikan Negara Kanada, yaitu “ Pasir Minyak “. Untuk teksturnya sendiri tidaklah terlalu kental sebagaimana pasir yang ada di Negara Kanada. Sehingga, nantinya isa untuk di ektrasi dengan menggunakan sebuah metode Konvensional. Tentu saja dong hal ini akan memberikan keuntungan besar bagi Negara Venezuela. Terutama lagi di dalam hal persyaratan modal dan juga Biaya Ekstrasinya tersebut.

# Arab Saudi

Memiliki kurang lebih 266,465 Juta Barel

Setelah di geser oleh Negara Venezuela, kerajaan dari Arab Saudi langsung merosot ke peringkat 2 di dunia. Dimana yang sudah kita ketahui selama beberapa decade sendiri memang telah dipandang sebagai Negara modern yang paling Ikonik dari Negara dari produsen minyak terbesar di dunia. Sayangnya, Negara ini sudah tidak mendapatkan julukan sebagai raja lagi di dalam perdagangan minyak dunia. Karena apa ?.. pasalnya jumlah dari cadangan minyak ini masih berselisih dengan adanya produksi Venezuel yakni sekitar 266,500 Juta Barel.

Jumlah ini masih mengantarkan Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar di dunia. Serta, menjadi Negara dengan memiliki cadangan minyak terbesar ke 2 di bumi yang memang memiliki kurang lebihnya seperlima cadangan minyak yang ada di seluruh dunia. Dan bisa dikatakan hampir Seluruh Minyak yang berada di Negara ini pun berada jelas di sumur minyak Konvensional yang jelas dengan mudah bisa untuk di eskplorasi lagi. Beberapa ekonomi di Negara ini pun bisa untuk melampaui Negara di Venezuela dengan cara melakukan banyak sekali eksplorasi minyak secara mendalam. Sebagai salah satu contohnya, Survei Geologi AS ini memperkirakan bahwasannya ada lebih dari 100,000 Juta Barel yang belum diketemukan di bawah gurun pasir yakni Arab Saudi.

# Iran

Memiliki kurang lebihnya 158,300 Juta Barel

Iran sendiri ikut adil dalam mengambil bagian yang kurang lebihnya memiliki kurang lebih 160,000 Juta Barel cadangan minyak bumi yang ada di dunia ini. dimana, Negara Iran sendiri sudah mendapatkan sebuah label sebagai salah satu Negara dengan memiliki cadangan Minyak yang sangatlah kaya. Meskipun, untuk pertama kalinya sudah di Produksitahun 1908 yang ternyata minyak iran ini sndiri tidak akan habis untuk di gunakan ingga 100 tahun lagi. Tak seperti lading minya kepunyaan dari Negara Arab Saudi yang sudah tersebar ke beberapa area yang ada. Dan mengenai minyak di Negara Iran ini sendiri juga sudah di temukan kurang lebihnya mencapai 150 ladang Hidrokarbon. Yang jelas memiliki artian bahwa akan banyak sekali memiliki kandungan minyak yang sangatlah melimpah.

Sangat disayangkan bahwasannya, Iran untuk saat inisudah mendapat Sanksi dari Presiden AS yakni Donald Trump, sehingga mencapai sebuah kapasitas ekspornya menjadi terbatas. Sanksinya sendiri diberikan jelas dibarengi dengan adanya anggapan bahwasannya Iran di anggap Bahaya bagi AS. Hal ini di kutip langsung dari BBC Indonesia, dimana AS sendiri ingin untuk menghentikan apa yang disebutkan sebagai tindakan jahat. Teheran juga termasuk ke serangan pada dunia maya sebagai Uji Coba Rudal Balistik dan juga adanya dukungan terhadap suatu kelompok teroris serta milisi yang ada di Timur Tengah. Hal ini tentu saja berdampak langsung pada perdagangan minyak Iran. Meski demikian, Iran dan juga beberapa mitranya ini diyakini betul bisa untuk mencari celah agar nantinya bisa untuk menjalin hubungan dagang yang baik.

# Irak

Memiliki kurang lebih 142,501 Juta Barel

Negara Irak pun juga ikut adil dalam kepemilikan minyak bumi terbesar di dunia. Namun, pernah mengalami ketidakstabilan situasi politik ini, telah terjadi kerusuhan sipil dan juga penduduk militer, nyatanya Negara Irak ini juga sebagai Negara dengan adnya cadangan minyak yang terbesar di dunia dan tidak bisa tergantikan. Kurang lebihnya cadangan minyak yang dimiliki oleh Irak sendiri mencapai 142 Miliar Barel yang berarti sudah memiliki banyak potensi d dalam sector energy. Bahkan, Irak sendiri memiliki rencana di dalam meningkatkan adanya jumlah produksi minyak yang ekspornya guna untuk meningkatkan pendapatan per kapitanya bagi Negara Irak sendiri.

Dikutip jelas dari Menteri Perminyakan Thamer Ghadhban, menurut dirinya ini Irak memanglah berencana untuk meningkatkan adanya kapasitas mengenai produksi dan juga ekspor minyaknay di tahun 2019 lalu. Dengan terfokuskan sudah kepada lapangan minyak yang ada di selatan. Seagai Negara produsen minyak terbesar selanjutnya di OPEC dengan kedudukan no 2 ini pun, Irak sendiri memasang target dengan adanya kapasitas produksi minyak untuk mencapai 5 Juta Barel per harinya di thun 2019 dengan memiliki ekspor dengan rata-ratanya sendiri di perkirakan telah mencapai 3,8 Juta Barel untuk per harinya.