Tag Archives: Fakta Kora Beirut

Home / Fakta Kora Beirut
1 Post

Ibu kota Lebanon, Beirut menjadi sorotan setelah adanya ledakan yang cukup besar terjadi di kota tersebut. Tidak hanya menyebabkan korban jiwa yang berjatuhan saja, ledakan ini juga meratakan pelabuhan kota, merusak gedung-gedung di seluruh ibu kota, dan juga membuat awan jamur berukuran raksasa di langit Lebanon.

Ledakan yang terjadi menghantam dengan kekuatan seperti gempa magnitudo 3,5 skl. Menteri dalam Negeri Lebanon mengatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh para oknum nitrat di pelabuhan yang meledak pada saat itu. Di balik tragedi yang terjadi tersebut, kota cantik Beirut, Lebanon menjadi hancur lebur dan sudah tidak terlihat bentuknya lagi karena bangunan yang ada disana hancur lebur, tidak tersisah. Sebenarnya kota Beirut ini menyimpan banyak sekali fakta menarik yang mungkin belum kalian ketahui. Fakta yang ada di kota Beirut sangat menarik sehingga dalam hal ini kami akan merangkum beberapa fakta menarik yang ada di Beirut.

Kota Terpadat di Lebanon

Lebanon yang terletak di persimpangan Basin Mediterania dan juga Arab menjadikan nya banyak sekali sejarah yang berada di kota tersebut dan juga menjadi identitas budaya serta etnis keragaman juga terbentuk. Luas negaranya hanya berukuran sekitar 10.452 kilometer persegi hal ini yang menjadikan Lebanon sebagai negara terkecil di seluruh Benua Asia.

Sebagai ibu kota Lebanon, Beirut adalah kota paling padat di Lebanon.  Dilansir dari situs World Population Review, populasi Beirut saat ini diperkirakan mencapai 2.424.425 jiwa. Pertumbuhan penduduk Beirut dikatakan sangat massif hingga populasi sempat meningkat 10 kali lipat antara 1930-an hingga 1970-an. Pada 1950 misalnya, jumlah penduduk Beirut hanya mencapai 322.360 jiwa.

Kota tertua di dunia

Tanah Beirut diperkirakan sudah didiami lebih dari 5 ribu tahun yang lalu. Selama itu pula, Beirut sudah beberapa kali beralih kekuasaan hingga akhirnya budaya mereka yang dipengaruhi oleh banyak peradaban, termasuk Fenisia, Yunani, Romawi, Arab, hingga Ottoman.

Meski demikian, Britannica menyebut bahwa dulunya, pinggiran kota Beirut sudah menjadi pemukiman modis di bawah Romawi. Kemudian, antara abad ke-3 hingga 6 Masehi, Beirut juga sempat begitu sohor karena sekolah hukumnya. Namun, setelah itu Beirut mulai hancur akibat serangkaian gempa bumi, hingga pada akhirnya diterjang gelombang pasang pada tahun 551. Barulah pada tahun 635, para penakluk Muslim mulai membangun kembali Beirut.

Terletak di Sepanjang Laut Mediterania

Mengutip laman resmi Kementerian Luar Negeri, Republik Lebanon adalah adalah negeri dengan topografi daerahnya berbukit-bukit dengan pantai memanjang dan di mana letaknya di tepi timur laut Mediteranea/ Laut Tengah sejauh 210 km. Negara ini berbatasan dengan Suriah di Utara dan Israel di sebelah Selatan. Luas wilayah seluruhnya sekitar 10.452 km persegi. Nama resminya disebut Lebanese Republic (Inggris), Al Jumhuriyah Al Lubnaniya (Arab), République Libanaise (Perancis) . Ibukota negara Lebanon adalah Beirut.

Menjadi Pusat Pelabuhan Sejak 3.000 SM

Sejarah Beirut sebagai pusatnya pelabuhan sebenarnya berasal dari tahun 3000 SM. Beirut yang dikelilingi laut Mediterania sudah menjadi pelabuhan penting bagi bangsa Funisia atau Fenisia. Sementara bangsa Funisia tercatat sebagai orang-orang Timur Tengah pertama yang menjalin hubungan dengan bangsa Eropa.

Posisi Beirut menjadi pelabuhan utama pun makin moncer setelah pemerintahan Mamluk berkuasa. Di bawah kekuasaan Mamluk itulah, Beirut sempat menjadi pelabuhan singgah utama di Suriah serta para saudagar rempah-rempah Venesia. Kemudian, selama abad ke-19, kota ini memperkuat ikatannya dengan Eropa, dan akhirnya makin mengukuhkan namanya sebagai pelabuhan utama serta pusat kegiatan komersial.

Dijuluki ‘Paris dari Dunia Timur’ atau ‘Paris Timur Tengah’

Siapa sangka sebelum Perang Saudara Lebanon pecah (1975-1990), Beirut ternyata sempat menikmati perannya sebagai ‘Paris dari Dunia Timur’. Julukan yang disematkan untuk Beirut ini pun tidak terlepas dari suasana kosmopolitannya.

Berbagai sumber menyebut bagaimana sampai pertengahan tahun 1970-an, Beirut masih dipenuhi dengan nuansa pendudukan Prancis. Pengaruh koloni Prancis dari masa Perang Dunia II ini bahkan menyerap masuk ke berbagai lini kehidupan warganya, termasuk makanan, arsitektur bangunan, budaya, seni, hingga fashion. Karena inilah, Beirut sempat menjadi salah satu kota kosmopolitan ternama dunia hingga jadi tujuan wisata populer bagi turis Eropa serta kaum elit Arab.

Tempat Berbagai Macam Kepercayaan

Banyak sumber menyebut bahwa Beirut adalah satu-satunya kota di Lebanon (bahkan mungkin di seluruh Timur Tengah) yang memiliki banyak ragam kepercayaan.

Saat ini, Beirut memiliki setidaknya 18 kelompok agama yang diakui, termasuk sekte Yahudi, empat sekte muslim seperti Syiah, Sunni, ‘Alawi, Druze, serta belasan sekte Kristen, seperti Katolik Maronit, Ortodoks Yunani, Katolik Melkite, Protestan Evangelikal, Ortodoks Armenia, Katolik Armenia, Assyria, hingga Kristen Koptik. Secara keseluruhan, di Beirut, orang Kristen memegang sekitar 52 persen populasi, sedangkan Muslim 47 persen. Sementara sisanya adalah kepercayaan minoritas lain.

Mayoritas dari Penduduk nya tinggal di Luar Lebanon

Total penduduk Lebanon kurang lebih 4 juta jiwa. Meskipun demikian, masih terdapat penduduk keturunan Lebanon yang berdomisili diluar (diaspora) dalam jumlah yang cukup besar, misalnya di Brazil saja sekitar 12 juta, di Afrika dan beberapa negara lain.

Negara 4 musim

Lebanon yang masuk kategori negara Arab ini memiliki iklim empat musim yakni musim panas, musim gugur, musim semi, dan musim dingin. Di beberapa wilayah pegunungan terdapat salju dan di musim dingin dengan suhu bisa mencapai dibawah 0 derajat Celcius. Masih banyak yang mengira bahwa negara yang ada di Timur Tengah itu hanya memiliki 2 musim saja, atau bahkan ada yang mengira bahwa Negara yang di Timur Tengah hanya memiliki satu musim saja yaitu hanya musim panas karena Timur Tengah dikenal dengan memiliki gurun pasir yang sangat gersang dan juga panas yang kadang mencapai 40 derajat. Tetapi di lebanon sendiri pun memiliki 4 musim sama seperti Benua Eropa yang memiliki 4 musim. Jadi kalian jangan sampai salah mengira bahwa negara yang ada di Timur Tengah itu hanya memiliki 2 atau 1 musim saja.

Memiliki 6 Provinsi

Negara Lebanon terbagi atas 6 provinsi antara lain Beirut, Mount Lebanon, North Lebanon, South Lebanon, Nabatieh, dan Bekaa. Dari segi agama, warga Lebanon menganut beberapa agama seperti Islam (Sunni, Syiah, dan Druze), agama Kristen (Maronit, Katolik Roma, Katolik Ortodox, dan Protestan). Sangat beragam seperti Indonesia yang membedakannya hanya tidak sebanyak suku yang ada di Indonesia.

Kondisi Politik, ekonomi, dan sosial budaya

Situasi politik, ekonomi dan sosial-budaya Lebanon sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi regional Timur Tengah pada umumnya. Sistem politik Lebanon yang masih menganut sistem sektarian yang disebut konvensionalisme mudah sekali dipengaruhi oleh situasi regional. Sistem konvensionalisme yang membagi kekuatan politik berdasarkan kelompok agama dan sekte sangat rentan menimbulkan perpecahan sosial-politik mengingat setiap kelompok politik berafiliasi pada kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi situasi regional, seperti kelompok pro-Suriah, pro-Iran, maupun pro-Barat (AS dan Uni Eropa).